Rubrikjambi, Jambi – Wakil Walikota Jambi Dr. dr. H. Maulana, MKM menekankan pentingnya kerja kolaboratif (collaborative working) dalam upaya percepatan penurunan prevalensi stunting di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan orang nomor dua di kota Jambi tersebut saat menghadiri Forum Nasional Stunting secara virtual di Aula Utama Kantor Walikota Jambi (14/12) pagi tadi
Dalam kegiatan yang dibuka Wakil Presiden Ma’ruf Amin ini, Maulana mengatakan penanganan stunting harus sesuai dengan Rencana Aksi Nasional yang disepakati bersama antarkementerian dan lembaga, didiskusikan bersama pakar dan pemangku kepentingan lainnya, serta disosialisasikan kepada para pihak, baik di tingkat pusat maupun daerah
“Kerja kolaborasi adalah kunci, karena intervensi percepatan penurunan stunting, baik itu intervensi gizi spesifik maupun intervensi gizi sensitif, merupakan bagian program/kegiatan pada kementerian dan lembaga sesuai dengan tupoksinya masing-masing, bahkan Pemerintah Daerah Tingkat I, Tingkat II sampai Pemerintahan Desa juga memiliki berbagai program/kegiatan yang terkait dengan penurunan stunting,” paparnya.

Dengan demikian, kata Wawako, intervensi yang sifatnya multi sektor dan multi government level tidak mungkin terlaksana dengan baik tanpa kerja kolaborasi.
“Konvergensi berbagai program yang terkait dengan penurunan stunting menjadi kata kunci untuk memastikan program-program intervensi dapat dilaksanakan dan dimanfaatkan secara optimal sehingga berkontribusi pada penurunan prevalensi stunting,” tandas dokter teladan kota Jambi tersebut.(*)
Discussion about this post